Proposal
Rabu, 19 Juni 2019
Jumat, 21 November 2014
proposal otomotif
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.
Konsekuensi dari komitmen Indonesia
masuk menjadi anggota WTO sejak tahun 1994, telah di ikuti dengan kesertaan
dalam menandatangani GATS (General Agreement on Trade in Services). Kemudian
Indonesia pada bulan desember 2005 menandatangani GAT’S (General Agreement on
Trade in Services) yang mengatur liberalisasi perdagangan pada 12 sektor, di
mana perjanjian tersebut menetapkan pendidikan sebagai salah satu bentuk
pelayanan sector public yang harus di privatisasi. Arah liberalisasi pendidikan
sejalan dengan logika ekonomi kapitalisme dengan menjadikan pendidikan sebagai
barang komersial (komoditi). Liberalisasi pendidikan sejatinya merupakan
kepentingan kelas pemodal dengan orientasi surplus value. Praktek liberalisasi
akan menghilangkan tanggung jawab Negara dengan menyerahkan pendidikan ke
pasar, karena dunia pendidikan merupakan lading bisnis yang sangat menjanjikan.
Liberalisasi pendidikan selanjutnya
bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kepribadian rakyat Indonesia
adalah anti terhadap kolonialisme dan imperialisme dalam mewujudkan
kesejahteraan. Rakyat telah di jamin perlindungan mendapatkan kesejahteraan
dalam pembukaan (preambule) UUD 1945.
Esensi UUD 1945 menyatakan bahwa
pendidikan nasional bukan bidang usaha jasa untuk menghasilkan tenaga kerja
terdidik, yang satu kategori dengan industri perambangan, perdagangan, jasa
perbankan dan keuangan serta jasa-jasa lainnya. Artinya, pendidikan bukan
bidang usaha melainkan upaya sosial, politik dan kultural untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa, lebih jauh lagi bahwa pendidikan merupakan jalan untuk
memiliki kesadaran diri guna pembebasan nasional menuju kemerdekan sejati. Oleh
karena itu, pendidikan adalah layanan yang merupakan kewajiban pemerintah dan
bukan bidang usaha yang perlu di liberalisasi.
B.
Tujuan Praktik Kerja Industri
1). Menghasilkan tenaga kerja yang
memiliki keahlian professional yaitu, tenaga kerja memiliki tingkat
pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan lapangan kerja.
2). Meningkatkan dan memperkokoh
keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara lembaga pendidikan
pelatihan kejuruan dan dunia kerja.
3). Meningkatkan efisien proses
pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional.
Tujuan khusus
1). Untuk melaksanakan program
bersama antara SMK dan industri.
2). Pemenuhan kopetensi sesuai dengan
tuntutan kurikulum.
3). Melatih kebiasaan siswa berpikir
dan bekerja seperti di DUDI.
4). Menambah wawasan dan pengalaman
siswadalam hal ketrampilan dan berwirausahaan.
5). Mempersiapkan siswa memperoleh
sertifikat sebagai syarat mengikuti uji kopetensi.
6). Memperbaiki moto lulusan SMK
sehingga menghasilkan lulusan siap pakai di DUDI.
7). Meningkatkan sumber daya manusia.
8). Meningkatkan prestasi siswa dalam
ketrampilan.
9). Menciptakan jiwa wirausaha siswa.
10). Dapat menciptakan lapangan
kerja.
C.
Tempat, Denah dan Waktu Praktik.
1. Tempat dan denah praktik kerja
industri.
Alamat :JL.
Asem payung Dolopo
Gambar denah/lokasi :
MADIUN![]() |
||||||
![]() |
||||||
![]() |
||||||
![]() |
POLSEK GEGER
U
` POLSEK
B T DOLOPO
![]() |
|||
S
![]() |
||||
KIKI
MOTOR
PONOROGO
2. Waktu pelaksanaan Praktik Kerja
Industri
-
Tanggal : 12 November 2013 s/d 12 Maret 2014
-
Hari : Senin s/d Sabtu
-
Jam
kerja : Sip pagi : 07.00-12.00
Sip siang :12.00-17.00
-
Lain-lain : -
BAB
II
LAPORAN
HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI
A.
Landasan teori
A. Sistem Pendingin.
Kegunaan: Untuk mengatur
suhu di engine agar tidak terlalu panas.
Macam-macam sistem
pendingin:
1). Sistem Pendingin
Engine (radiator).
Cara kerja:
Ketika Mesin Masih Dalam
Keadaan Dingin:
Pendingin diberi tekanan
oleh pompa air dan bersirkulasi. Ketika mesin masih dalam keadaan dingin, air
pendingin masih dalam keadaan dingin dan thermostat masih tertutup, sehingga
cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.
Ketika
Mesin Dalam Keadaan Panas:
Setelah mesin menjadi
panas, thermostat terbuka dan katup baypass tertutup dalam baypass sirkuit.
Cairan pendingin yang telah menjadi panas di dalam water jacket (yang menyerap
panas dari mesin) kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan
kipas dan putaran udara dengan adanya gerakan maju kendaraan itu sendiri.
Cairan dingin yang sudah dingin ditekan kembali oleh pompa air ke water jacket.
2). Sistem Pendingin
Oli/Pelumas.
Cara kerja:
Pompa oli bekerja berdasarkan putaran poros engkol. Pompa oli melakukan hisapan
oli dari oil pan dan saringan kasar pada bak
oli. Oli yang terhisap kemudian ditekan melalui sistem pengatur tekanan dan
melalui filter oli kemudian oli melumasi
komponen-komponen mesin dan kembali ke bak oli oleh gaya gravitasinya sendiri.
Begitu seterusnya sirkulasi pelumasan terjadi terus-menerus selama sistem
pelumasan dapat bekerja dengan baik.
B. Sistem Kemudi.
Kegunaan: Untuk membelokkan kendaraan ke kanan dan ke kiri.
Macam-macam sistem kemudi:
1). Sistem Kemudi Manual.
Cara kerja: Pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros
utama yang dihubungkan dengan roda kemudi langsung membelok. Di ujung poros
utama kerja dari gigi cacing dan mur pada bak roda gigi kemudi menambah tenaga
dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan
pitman ( pitman arm ).
2). Sistem Kemudi dengan Power.
Cara kerja:
1. Posisi
netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port) dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port) dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
2. Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.
C. Sistem
Kopling.
Kegunaan: Untuk memutuskan dan menghubungkan tenaga.
Macam-macam kopling:
1). Kopling Manual.
Cara kerja:
Posisi terhubung:
a. Pegas penekan diafragma menekan plat
penekan sehingga plat penekan terhubung/ tertekan.
b. Kanvas kopling terjepit diantara fly
wheel dan plat penekan , putaran mesin dapat diteruskan ke poros input
transmisi.
Posisi terlepas:
a. plat penekan
diafragma mengungkit plat penekan sehingga plat kopling dari penekanan.
b. kanvas kopling bebas dari penekanan/jepitan sehingga putaran mesin tidak dapat diteruskan ke poros input transmisi, hanya sampai pada kanvas kopling.
b. kanvas kopling bebas dari penekanan/jepitan sehingga putaran mesin tidak dapat diteruskan ke poros input transmisi, hanya sampai pada kanvas kopling.
2). Kopling Hidrolik.
Cara kerja:Pengoperasian kopling tipe hidrolik
adalah merupakan sistem pemindahan tenaga melalui fluida cair/ minyak. Prinsip
yang digunakan pada sistem hidrolik ini adalah pengaplikasian hukum Pascal,
dimana jika ada fluida dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan
tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Dengan dibuat adanya
perbandingan diameter (luas bidang) pada master cylinder lebih kecil dari
release cylinder maka akan didapatkan peningkatan tenaga.
D. Sistem
Pelumas.
Kegunaan: Untuk melumasi komponen agar tidak cepat rusak/aus.
Macam-macam sistem pelumas:
1). Pelumas Egine (SAE 40-50).
2). Pelumas Transmisi (SAE 90).
3). Pelumas Rem (PRESTONE DOT 3).
4). Pelumas Kopling (PRESTONE DOT 3).
E. Sistem Rem.
Kegunaan: Sstem rem adalah rangkaian beberapa komponen yang
di fungsikan untuk mengendalikan kendaraan dengan cara menimbulkan gaya gesek
antara tromol dengan kampas rem.
Macam-macam rem:
1). Rem Kaki (foot breake).
2). Rem Tangan (hand breake).
3). Rem Bantu (asise breake).
Rem kaki: Salah satu jenis rem yang sumber tenaganya di
peroleh dari aksi tenaga kaki pengemudi.
Secara operasional pelayanan rem kaki di bagi menjadi tiga
yaitu:
1). Rem hidrolik.
2). Rem mekanik.
3). Rem angin.
Persyaratan rem yang akan di pasang pada kendaraan:
a). Dapat bekerja dengan baik dan benar.
b). Bila muatan pada roda-roda sama besar maka gaya
pengeremannya harus sama besar pula.
c). Dapat di percaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.
d). Rem harus mudah di periksa dan di stel komponen-komponen
rem tromol dan fungsinya.
1). Silinder roda: Berfungsi menimbulkan gaya dorong pada
sepatu rem melalu piston ke silinder roda sehingga terjadi gaya gesek tromol.
2). Kampas rem: Untuk menambah gaya gesek pada tromol.
3). Sepatu rem: Untuk tempat kampas rem yang akan menekan
tromol.
4). Backing plate: Untuk tutup/rumah bagian belakang rem.
5). Tromol rem: Untuk memperlambat saat motor di teken oleh
kampas rem.
F.
Gardan.
Kegunaan:
Untuk merubah putaran dari propeller menuju roda.
Cara
kerja:
Pada saat mobil
berjalan lurus :
Pada saat mobil berjalan lurus keadaan kedua ban roda kiri dan kanan sama - sama dalam kecepatan putaran yang sama.Dan juga beban yang ditanggung roda kiri dan roda kanan adalah sama. Sehingga urutan perpindahan putaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear , dan ring gear bersama - sama dengan differential case akan berputar. Dengan berputarnya differential case , maka pinion gear akan terbawa berputar bersama dengan differential case karena antara differential case dan pinion gear dihubungkan dengan pinion shaft. Karena beban antara roda kiri dan roda kanan adalah sama saat jalan lurus , maka pinion gear akan membawa side gear kanan dan side gear kiri untuk berputar dalam satu kesatuan. Jadi dalam keadaan jalan lurus sebenarnya pinion gear tidak berputar , pinion gear hanaya membawa side gear untuk berputar bersama - sama dengan differential case dalam kecepatan putaran yang sama. Bila differential case berputar satu kali , maka side gear juga berputar satu kali juga , demikian seterusnya dalam keadaan lurus. Putaran side gear ini kemudian akan diteruskan untuk menggerakkan as roda dan kemudian menggerakkan roda.
Pada saat mobil berjalan lurus keadaan kedua ban roda kiri dan kanan sama - sama dalam kecepatan putaran yang sama.Dan juga beban yang ditanggung roda kiri dan roda kanan adalah sama. Sehingga urutan perpindahan putaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear , dan ring gear bersama - sama dengan differential case akan berputar. Dengan berputarnya differential case , maka pinion gear akan terbawa berputar bersama dengan differential case karena antara differential case dan pinion gear dihubungkan dengan pinion shaft. Karena beban antara roda kiri dan roda kanan adalah sama saat jalan lurus , maka pinion gear akan membawa side gear kanan dan side gear kiri untuk berputar dalam satu kesatuan. Jadi dalam keadaan jalan lurus sebenarnya pinion gear tidak berputar , pinion gear hanaya membawa side gear untuk berputar bersama - sama dengan differential case dalam kecepatan putaran yang sama. Bila differential case berputar satu kali , maka side gear juga berputar satu kali juga , demikian seterusnya dalam keadaan lurus. Putaran side gear ini kemudian akan diteruskan untuk menggerakkan as roda dan kemudian menggerakkan roda.
Pada saat kendaraan
membelok :
Pada saat mobil sedang membelok beban yang ditanggung pada roda bagian dalam adalah lebih besar daripada beban yang ditanggung roda bagian luar . Misalkan sebuah mobil sedang belok ke kiri, maka beban pada roda kiri akan lebih besar daripada beban roda kanan. Dengan demikian urutan perpindahan tenaganya adalah sebagai berikut ; P:utaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear . Dengan berputarnya ring gear maka differential case akan terbawa juga untuk berputar. Karena beban roda kiri lebih besar dari roda kanan saat belok ke kiri , maka side gear sebelah kiri akan memberi perlawanan terhadap pinion gear untuk tidak berputar . Gaya perlawanan dari side gear kiri ini akan membuat pinion gear menjadi berputar mengitari side gear kiri. Dengan berputarnya pininon gear , maka side gear kanan akan diputar oleh pinion gear. Sehingga side gear kanan akan berputar lebih cepat dari side gear kiri. Gerakan side gear ini akan diteruskan ke as roda kemudian ke roda. Untuk roda kanan akan berputar lebih cepat daripada roda kiri karena side gear kanan berputar lebih cepat.
Pada saat mobil sedang membelok beban yang ditanggung pada roda bagian dalam adalah lebih besar daripada beban yang ditanggung roda bagian luar . Misalkan sebuah mobil sedang belok ke kiri, maka beban pada roda kiri akan lebih besar daripada beban roda kanan. Dengan demikian urutan perpindahan tenaganya adalah sebagai berikut ; P:utaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear . Dengan berputarnya ring gear maka differential case akan terbawa juga untuk berputar. Karena beban roda kiri lebih besar dari roda kanan saat belok ke kiri , maka side gear sebelah kiri akan memberi perlawanan terhadap pinion gear untuk tidak berputar . Gaya perlawanan dari side gear kiri ini akan membuat pinion gear menjadi berputar mengitari side gear kiri. Dengan berputarnya pininon gear , maka side gear kanan akan diputar oleh pinion gear. Sehingga side gear kanan akan berputar lebih cepat dari side gear kiri. Gerakan side gear ini akan diteruskan ke as roda kemudian ke roda. Untuk roda kanan akan berputar lebih cepat daripada roda kiri karena side gear kanan berputar lebih cepat.
B.
Laporan Praktik Kerja Industri
1.
Jenis Kegiatan.
1. Melepas Radiator.
2. Melepas Gardan.
3. Melepas Cylinder Head.
4. Mengganti Kampas Kopling.
5. Mengganti Kampas Rem.
6. Mengganti Oli Engine.
7. Melepas transmisi.
8. Stel katup.
2.
Uraian Proses Kerja.
1. Melepas Radiator.
Langkah-langkah:
1). Menguras air radiator melalui
drainer.
2). Melepas
selang radiator atas dan bawah (upper hose dan lower hose).
3). Melepas
cerobong kipas.
4).
Melepas baut yang menempel di radiator.
5).
Turunkan radiator perlahan lahan.
2. Melepas
Gardan.
Langkah-langkah:
1). Melepas propeller yang tersambung
pada yoke.
2). Melepas baut yang menempel di
axle housing.
3). Melepas axle shaft yang terhubung
dengan roda.
4). Turunkan axle housing dengan
menggunakan katrol.
3. Melepas
Cylinder Head.
Langkah-langkah:
1).
Melepas valve case dan melepas pipa solar.
2).
Melepas saringan udara.
3).
Melepas selang radiator dan knalpot.
4).
Melepas baut roker shaft.
5).
Melepas baut yang menempel di cylinder head.
6).
Lepas cylinder head.
4. Mengganti
Kampas Kopling.
Langkah-langkah:
1).
Melepas propeller.
2).
Melepas transmisi.
3).
Melepas skep kopling.
4).
Lepas kampas kopling dan ganti yang baru.
5).
Pasang skep kopling, transmisi, propeller kembali.
5. Mengganti
Kampas Rem.
Langkah-langkah:
1).
Melepas baut roda.
2).
Melepas roda.
3).
Alat penyetel rem kendorkan.
4).
Lepas tromol.
5).
Lepas pen sepatu rem.
6).
Lepas kampas dengan obeng min (-).
7).
Ganti dengan yang baru.
8). Pasang kembali komponen-komponen yang telah di lepas
tadi.
6. Mengganti
Oli Engine.
Langkah-langkah:
1). Melepas baut drainer oli yang
berada di bawah oil pan.
2). Setelah oli sudah habis pasang baut dan kencangkan
kembali.
3). Masukkan oli yang baru melalui pengis oli.
7. Melepas
Transmsi.
Langkah-langkah:
1). Melepas propeller.
2). Lepas baut transmisi yang
menempel pada engine.
3). Lepaskan tuas pemindah gigi
transmisi.
4). Lepaskan bos kopling/pendorong kopling yang menempel di
transmisi.
5). Turunkan transmisi dengan menggunakan katrol.
8. Stel Katup.
Langkah-langkah:
1). Lepaskan valve case.
2). Posisikan roda gigi pada top 1.
3). Stel katupyang bebas dengan cara menggunakan Feeler Gauge
setelah pas tahan dengan obeng min dan kencangkan dengan kunci ring.
4). Setelah selesai menyetel katup pasang kembali valve case.
3. Gambar
Hasil/Bagian Pekerjaan .

Gambar 1.1:
Radiator

Gambar 1.2:
Sistem Kemudi

Gambar 1.3:
Sistem Kopling

Gambar 1.4: Sistem Pelumas

Gambar 1.5:
Sistem Rem

Gambar 1.6:
Gardan

Gambar 1.7:
Transmisi

1.8 Gambar
Cylinder Head
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1)
Kegiatan prakerin
sangat bermanfaat bagi para siswa siswi SMKN 1 KEBONSARI dengan adanya kegiatan
prakerin siswa siswi di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu
berinteraksi dengan orang lain sehingga siswa siswi di harapkan dapat memilih
keterampilan serta wawasan yang tinggi.
2)
Prakerin
merupakan kegiatan praktik kerja di luar jam sekolah yang bekerja sama dengan
masyarakat / industri sehingga siwa siswi dapat berlatih untuk mampu bergaul
dan berkerja sama dengan mayarakat luar.
3)
Prakerin dapat
menunjang siswa siswi untuk menjadi tenaga kerja yang ahli dan professional
dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional atau bahkan internasional
dengan begitu siswa siswi akan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar
pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah
diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.
B. Saran
Beberapa
hal yang kami temukan di lapangan saat prakerin yang sebagian kecil tidak kami
temukan di saat mengikuti pembelajaran di kelas, terkait dengan ini kami
mengajukan beberapa saran antara lain:
1)
Sekolah perlu
memberikan penekanan pada penguasaan keterampilan yang relevan dengan
perkembangan teknologi di dunia kerja dengan demikian kami peserta prakerin
dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan di dunia kerja.
2)
Sekolah perlu
memberikan penekanan pada masalah budaya kerja yang berlaku pada instansi
pemerintah maupun swasta dengan demikian apabila siswa melakukan prakerin pada
instansi-instansi tersebut siswa dapat dengan mudah menyesuaikan diri.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Komentar (Atom)





