Jumat, 21 November 2014

proposal otomotif



                                        BAB I               
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
          Konsekuensi dari komitmen Indonesia masuk menjadi anggota WTO sejak tahun 1994, telah di ikuti dengan kesertaan dalam menandatangani GATS (General Agreement on Trade in Services). Kemudian Indonesia pada bulan desember 2005 menandatangani GAT’S (General Agreement on Trade in Services) yang mengatur liberalisasi perdagangan pada 12 sektor, di mana perjanjian tersebut menetapkan pendidikan sebagai salah satu bentuk pelayanan sector public yang harus di privatisasi. Arah liberalisasi pendidikan sejalan dengan logika ekonomi kapitalisme dengan menjadikan pendidikan sebagai barang komersial (komoditi). Liberalisasi pendidikan sejatinya merupakan kepentingan kelas pemodal dengan orientasi surplus value. Praktek liberalisasi akan menghilangkan tanggung jawab Negara dengan menyerahkan pendidikan ke pasar, karena dunia pendidikan merupakan lading bisnis yang sangat  menjanjikan.
          Liberalisasi pendidikan selanjutnya bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kepribadian rakyat Indonesia adalah anti terhadap kolonialisme dan imperialisme dalam mewujudkan kesejahteraan. Rakyat telah di jamin perlindungan mendapatkan kesejahteraan dalam pembukaan (preambule) UUD 1945.
          Esensi UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan nasional bukan bidang usaha jasa untuk menghasilkan tenaga kerja terdidik, yang satu kategori dengan industri perambangan, perdagangan, jasa perbankan dan keuangan serta jasa-jasa lainnya. Artinya, pendidikan bukan bidang usaha melainkan upaya sosial, politik dan kultural untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, lebih jauh lagi bahwa pendidikan merupakan jalan untuk memiliki kesadaran diri guna pembebasan nasional menuju kemerdekan sejati. Oleh karena itu, pendidikan adalah layanan yang merupakan kewajiban pemerintah dan bukan bidang usaha yang perlu di liberalisasi.

B.    Tujuan Praktik Kerja Industri
1). Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional yaitu, tenaga kerja memiliki tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai  dengan lapangan kerja.
2). Meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara lembaga pendidikan pelatihan kejuruan dan dunia kerja.
3). Meningkatkan efisien proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional.

Tujuan khusus
1). Untuk melaksanakan program bersama antara SMK dan industri.
2). Pemenuhan kopetensi sesuai dengan tuntutan kurikulum.
3). Melatih kebiasaan siswa berpikir dan bekerja seperti di DUDI.
4). Menambah wawasan dan pengalaman siswadalam hal ketrampilan dan berwirausahaan.
5). Mempersiapkan siswa memperoleh sertifikat sebagai syarat mengikuti uji kopetensi.
6). Memperbaiki moto lulusan SMK sehingga menghasilkan lulusan siap pakai di DUDI.
7). Meningkatkan sumber daya manusia.
8). Meningkatkan prestasi siswa dalam ketrampilan.
9). Menciptakan jiwa wirausaha siswa.
10). Dapat menciptakan lapangan kerja.

C.     Tempat, Denah dan Waktu Praktik.
1.      Tempat dan denah praktik kerja industri.
Alamat                         :JL. Asem payung Dolopo
Gambar denah/lokasi :
                                                                           MADIUN

                    SMKN 1KEBONSARI
















 


                                                                                                         


 
                                                                                                               POLSEK GEGER

                                                                                                                         
                            U
 

                                                                `                                                               POLSEK
    B                                                   T                                                 DOLOPO









 
                                 S













 






                                                                                                                         KIKI MOTOR
                                                                                   PONOROGO                       
2.      Waktu pelaksanaan Praktik Kerja Industri
-          Tanggal           : 12 November 2013 s/d 12 Maret 2014
-          Hari                 : Senin s/d Sabtu
-          Jam kerja        : Sip pagi : 07.00-12.00
  Sip siang :12.00-17.00
-          Lain-lain          : -
                       

























BAB II
LAPORAN HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI
A.    Landasan teori
A.      Sistem Pendingin.
Kegunaan: Untuk mengatur suhu di engine agar tidak terlalu panas.
Macam-macam sistem pendingin:
1). Sistem Pendingin Engine (radiator).
       Cara kerja:
Ketika Mesin Masih Dalam Keadaan Dingin:
Pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi. Ketika mesin masih dalam keadaan dingin, air pendingin masih dalam keadaan dingin dan thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.
Ketika Mesin Dalam Keadaan Panas:
Setelah mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup baypass tertutup dalam baypass sirkuit. Cairan pendingin yang telah menjadi panas di dalam water jacket (yang menyerap panas dari mesin) kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas dan putaran udara dengan adanya gerakan maju kendaraan itu sendiri. Cairan dingin yang sudah dingin ditekan kembali oleh pompa air ke water jacket.
2). Sistem Pendingin Oli/Pelumas.
Cara kerja: Pompa oli bekerja berdasarkan putaran poros engkol. Pompa oli melakukan hisapan oli dari oil pan dan saringan kasar pada bak oli. Oli yang terhisap kemudian ditekan melalui sistem pengatur tekanan dan melalui filter oli kemudian oli melumasi komponen-komponen mesin dan kembali ke bak oli oleh gaya gravitasinya sendiri. Begitu seterusnya sirkulasi pelumasan terjadi terus-menerus selama sistem pelumasan dapat bekerja dengan baik.

B.       Sistem Kemudi.
Kegunaan: Untuk membelokkan kendaraan ke kanan dan ke   kiri.
Macam-macam sistem kemudi:
1). Sistem Kemudi Manual.
Cara kerja: Pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros utama yang dihubungkan dengan roda kemudi langsung membelok. Di ujung poros utama kerja dari gigi cacing dan mur pada bak roda gigi kemudi menambah tenaga dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan pitman ( pitman arm ).
2). Sistem Kemudi dengan Power.
      Cara kerja:
1.      Posisi netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port) dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
2.  Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.
           C.    Sistem Kopling.
Kegunaan: Untuk memutuskan dan menghubungkan tenaga.
Macam-macam kopling:
1). Kopling Manual.
      Cara kerja:
Posisi terhubung:
a.      Pegas penekan diafragma menekan plat penekan sehingga plat penekan terhubung/ tertekan.
b.      Kanvas kopling terjepit diantara fly wheel dan plat penekan , putaran mesin dapat diteruskan ke poros input transmisi.
Posisi terlepas:
a.  plat penekan diafragma mengungkit plat penekan sehingga plat  kopling  dari penekanan.
b.  kanvas kopling bebas dari penekanan/jepitan sehingga putaran mesin tidak dapat diteruskan ke poros input transmisi, hanya sampai pada kanvas kopling.
2). Kopling Hidrolik.
Cara kerja:Pengoperasian kopling tipe hidrolik adalah merupakan sistem pemindahan tenaga melalui fluida cair/ minyak. Prinsip yang digunakan pada sistem hidrolik ini adalah pengaplikasian hukum Pascal, dimana jika ada fluida dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Dengan dibuat adanya perbandingan diameter (luas bidang) pada master cylinder lebih kecil dari release cylinder maka akan didapatkan peningkatan tenaga.
           D.    Sistem Pelumas.
Kegunaan: Untuk melumasi komponen agar tidak cepat rusak/aus.
Macam-macam sistem pelumas:
1). Pelumas Egine (SAE 40-50).
2). Pelumas Transmisi (SAE 90).
3). Pelumas Rem (PRESTONE DOT 3).
4). Pelumas Kopling (PRESTONE DOT 3).
           
E. Sistem Rem.
Kegunaan: Sstem rem adalah rangkaian beberapa komponen yang di fungsikan untuk mengendalikan kendaraan dengan cara menimbulkan gaya gesek antara tromol dengan kampas rem.
Macam-macam rem:
1). Rem Kaki (foot breake).
2). Rem Tangan (hand breake).
3). Rem Bantu (asise breake).
Rem kaki: Salah satu jenis rem yang sumber tenaganya di peroleh dari aksi tenaga kaki pengemudi.
Secara operasional pelayanan rem kaki di bagi menjadi tiga yaitu:
1). Rem hidrolik.
2). Rem mekanik.
3). Rem angin.
Persyaratan rem yang akan di pasang pada kendaraan:
a). Dapat bekerja dengan baik dan benar.
b). Bila muatan pada roda-roda sama besar maka gaya pengeremannya harus sama besar pula.
c). Dapat di percaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.
d). Rem harus mudah di periksa dan di stel komponen-komponen rem tromol dan fungsinya.
1). Silinder roda: Berfungsi menimbulkan gaya dorong pada sepatu rem melalu piston ke silinder roda sehingga terjadi gaya gesek tromol.
2). Kampas rem: Untuk menambah gaya gesek pada tromol.
3). Sepatu rem: Untuk tempat kampas rem yang akan menekan tromol.
4). Backing plate: Untuk tutup/rumah bagian belakang rem.
5). Tromol rem: Untuk memperlambat saat motor di teken oleh kampas rem.
            F. Gardan.
                        Kegunaan: Untuk merubah putaran dari propeller menuju roda.
                        Cara kerja:
Pada saat mobil berjalan lurus :
Pada saat mobil berjalan lurus keadaan kedua ban roda kiri dan kanan sama - sama dalam kecepatan putaran yang sama.Dan juga beban yang ditanggung roda kiri dan roda kanan adalah sama. Sehingga urutan perpindahan putaran dari as kopel  akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear , dan ring gear bersama - sama dengan differential case akan berputar. Dengan berputarnya differential case , maka pinion gear akan terbawa berputar bersama dengan differential case karena antara differential case dan pinion gear dihubungkan dengan pinion shaft. Karena beban antara roda kiri dan roda kanan adalah sama saat jalan lurus , maka pinion gear akan membawa side gear kanan dan side gear kiri untuk berputar dalam satu kesatuan. Jadi dalam keadaan jalan lurus sebenarnya pinion gear tidak berputar , pinion gear hanaya membawa side gear untuk berputar bersama - sama dengan differential case dalam kecepatan putaran yang sama. Bila differential case berputar satu kali , maka side gear juga berputar satu kali juga , demikian seterusnya dalam keadaan lurus. Putaran side gear ini kemudian akan diteruskan untuk menggerakkan as roda dan kemudian menggerakkan roda.
Pada saat kendaraan membelok :
Pada saat mobil sedang membelok beban yang ditanggung pada roda bagian dalam adalah lebih besar daripada beban yang ditanggung roda bagian luar . Misalkan sebuah mobil sedang belok ke kiri, maka beban pada roda kiri akan lebih besar daripada beban roda kanan. Dengan demikian urutan perpindahan tenaganya adalah sebagai berikut ; P:utaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear . Dengan berputarnya  ring gear maka differential case akan terbawa juga untuk berputar. Karena beban roda kiri lebih besar dari roda kanan saat belok ke kiri , maka side gear sebelah kiri akan memberi perlawanan terhadap pinion gear untuk tidak berputar . Gaya perlawanan dari side gear kiri ini akan membuat pinion gear menjadi berputar mengitari side gear kiri. Dengan berputarnya pininon gear , maka side gear kanan akan diputar oleh pinion gear. Sehingga side gear kanan akan berputar lebih cepat dari side gear kiri.  Gerakan side gear ini akan diteruskan ke as roda kemudian ke roda. Untuk roda kanan akan berputar lebih cepat daripada roda kiri karena  side gear kanan berputar lebih cepat.
             
B.    Laporan Praktik Kerja Industri
1.      Jenis Kegiatan.
1.      Melepas Radiator.
2.      Melepas Gardan.
3.      Melepas Cylinder Head.
4.      Mengganti Kampas Kopling.
5.      Mengganti Kampas Rem.
6.      Mengganti Oli Engine.
7.      Melepas transmisi.
8.      Stel katup.

2.      Uraian Proses Kerja.
1.      Melepas Radiator.
Langkah-langkah:
1). Menguras air radiator melalui drainer.
2). Melepas selang radiator atas dan bawah (upper hose dan lower hose).
3). Melepas cerobong kipas.
4). Melepas baut yang menempel di radiator.
5). Turunkan radiator perlahan lahan.
                  2.    Melepas Gardan.
Langkah-langkah:
1). Melepas propeller yang tersambung pada yoke.
2). Melepas baut yang menempel di axle housing.
3). Melepas axle shaft yang terhubung dengan roda.
4). Turunkan axle housing dengan menggunakan katrol.
 3.    Melepas Cylinder Head.
        Langkah-langkah:
        1). Melepas valve case dan melepas pipa solar.
        2). Melepas saringan udara.
        3). Melepas selang radiator dan knalpot.
        4). Melepas baut roker shaft.
        5). Melepas baut yang menempel di cylinder head.
        6). Lepas cylinder head.
 4.    Mengganti Kampas Kopling.
        Langkah-langkah:
        1). Melepas propeller.
        2). Melepas transmisi.
        3). Melepas skep kopling.
        4). Lepas kampas kopling dan ganti yang baru.
        5). Pasang skep kopling, transmisi, propeller kembali.
 5.    Mengganti Kampas Rem.
        Langkah-langkah:
        1). Melepas baut roda.
        2). Melepas roda.
        3). Alat penyetel rem kendorkan.
        4). Lepas tromol.
        5). Lepas pen sepatu rem.
        6). Lepas kampas dengan obeng min (-).
        7). Ganti dengan yang baru.
8). Pasang kembali komponen-komponen yang telah di lepas tadi.
                  6.   Mengganti Oli Engine.
                        Langkah-langkah:
1). Melepas baut drainer oli yang berada di bawah oil pan.
2). Setelah oli sudah habis pasang baut dan kencangkan kembali.
3). Masukkan oli yang baru melalui pengis oli.
                  7.   Melepas Transmsi.
Langkah-langkah:
1). Melepas propeller.
2). Lepas baut transmisi yang menempel pada engine.
3). Lepaskan tuas pemindah gigi transmisi.
4). Lepaskan bos kopling/pendorong kopling yang menempel di transmisi.
5). Turunkan transmisi dengan menggunakan katrol.
                 
      8.   Stel Katup.
Langkah-langkah:
1). Lepaskan valve case.
2). Posisikan roda gigi pada top 1.
3). Stel katupyang bebas dengan cara menggunakan Feeler Gauge setelah pas tahan dengan obeng min dan kencangkan dengan kunci ring.
4). Setelah selesai menyetel katup pasang kembali valve case.

 3.   Gambar Hasil/Bagian Pekerjaan           .


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCMlIuFJodPsFeWM9IrIbmRpE7SxAqcjn1fgrSeyPpo5xL8LKLIOuX0yCWFe1uQEM_IsnrYGOq9WeKOUcABSE9XO7598IKbSJdj3F6lz4h3wrVpq1kKsLWgRKDlUnjpkV65cU0AOuAEjg/s1600/sistem+pendingin.jpg
Gambar 1.1: Radiator


http://yayancahalim.files.wordpress.com/2013/11/sistem-kemudi.png
Gambar 1.2: Sistem Kemudi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPaO2W1rlo0iR_dIk5eaMCpk4gGxE1LirEf8jL4Uvizo4rQ1DphqqrGQrJWoh7uJC-Fpc9MaxExo-0hAjiOrlfKpe6bAv7GxrZTHYeoOP_4OtdT3HORa1dRdyr6AbdW0jBmPxQaSonSBw/s1600/Picture2.png
Gambar 1.3: Sistem Kopling

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS_QJIzMDj2JP9jhghvIJ9m6J3YxA-0miUxT4U8O_sKwfVYR0q0AbkRSHYwo4YkBAfyRqhS5j2BZ58cI9IbZM3oZEhd6OpsWHr14W6aq75-Ny9czWzwOzQ-gcokUwOYB8D1n5O1AohcXQ/s1600/sistempelumasan1.jpg
Gambar 1.4: Sistem Pelumas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyLnLtCtqxyBWhoNjUcE1CDRMXRxSln4aP-I2xCoxlZgIifRDD76B09hXMnVAkIBDBi_jG7bhI1ZDoOTiF-aMMKEmAQ6gItZefsuxb8aING-JIzvQABC70YQa9215Q7tkdSknzCh65ppoZ/s1600/AF.png
Gambar 1.5: Sistem Rem

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLhlEf18QeDivBEncCusQpTXuSVEkw5eEJG92Qo3u5-8cAslUC5UPK8swwB6cgWvGgsk-qKq6ws2lXf_J2HBskGfbOY6PznifFkcQV0Ov_ZYh7jeP93vsQu-6dK7ugmjibXOh-_hrohfM/s1600/gardan.jpg
Gambar 1.6: Gardan

http://mardiyan22.files.wordpress.com/2010/11/transmisi-manual.jpg
Gambar 1.7: Transmisi

http://yogibahari.files.wordpress.com/2012/06/head.gif%3Fw%3D830
1.8 Gambar Cylinder Head
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
1)      Kegiatan prakerin sangat bermanfaat bagi para siswa siswi SMKN 1 KEBONSARI dengan adanya kegiatan prakerin siswa siswi di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga siswa siswi di harapkan dapat memilih keterampilan serta wawasan yang tinggi.
2)      Prakerin merupakan kegiatan praktik kerja di luar jam sekolah yang bekerja sama dengan masyarakat / industri sehingga siwa siswi dapat berlatih untuk mampu bergaul dan berkerja sama dengan mayarakat luar.
3)      Prakerin dapat menunjang siswa siswi untuk menjadi tenaga kerja yang ahli dan professional dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional atau bahkan internasional dengan begitu siswa siswi akan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

B.    Saran
        Beberapa hal yang kami temukan di lapangan saat prakerin yang sebagian kecil tidak kami temukan di saat mengikuti pembelajaran di kelas, terkait dengan ini kami mengajukan beberapa saran antara lain:
1)      Sekolah perlu memberikan penekanan pada penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi di dunia kerja dengan demikian kami peserta prakerin dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan di dunia kerja.
2)      Sekolah perlu memberikan penekanan pada masalah budaya kerja yang berlaku pada instansi pemerintah maupun swasta dengan demikian apabila siswa melakukan prakerin pada instansi-instansi tersebut siswa dapat dengan mudah menyesuaikan diri.









DAFTAR PUSTAKA